Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Kelas XI RPL Di SMKN Situraja
DOI:
https://doi.org/10.62824/g8qhen41Keywords:
Budaya Sekolah, Pembentukan KarakterAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memiliki karakter yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional serta fenomena yang terjadi di lingkungan SMKN Situraja menunjukkan lunturnya sopan santun, pelanggaran tata tertib seperti datang terlambat, keluar lingkungan sekolah tanpa izin, penggunaan make-up berlebihan, serta kurangnya kekhusyukan dalam pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui budaya sekolah siswa, pembentukan karakter siswa, dan pengaruh budaya sekolah terhadap pembentukan karakter siswa kelas XI di SMKN Situraja. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis pendekatan asosiatif kausal. Penelitian ini merupakan penelitian sampel dengan jumlah 27 siswa dari populasi sebanyak 107 siswa kelas XI RPL di SMKN Situraja. Metode yang penulis gunakan adalah metode angket, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa budaya sekolah siswa kelas XI RPL di SMKN Situraja termasuk ke dalam kategori "Sangat Baik" dengan persentase sebesar 89%. Pembentukan karakter siswa menghasilkan persentase sebesar 87% yang termasuk pada kriteria "Sangat Baik". Terkait dengan pengaruh antara budaya sekolah dan pembentukan karakter, budaya sekolah memberi pengaruh sebesar 39,8% yang termasuk kategori lemah, dengan nilai t hitung = 4,061 > t tabel = 1,708 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima. Sedangkan sisanya sebesar 60,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam rangka memperkuat budaya sekolah yang positif guna meningkatkan pembentukan karakter siswa.
References
Abdullah, Idi, & Safarina. (2011). Sosiologi pendidikan: Individu, masyarakat, dan pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Advernesia. (n.d.). Cara uji validitas SPSS berdasarkan data kuesioner. Diambil 20 April 2026, pukul 06.06, dari https://www.advernesia.com/blog/spss/cara-uji-validitas-spss-berdasarkan-data-kuesioner/
Ahmat, M. H., dkk. (2021). Budaya sekolah. BINTANG: Jurnal Pendidikan dan Sains, 3(3), 517–526.
Al-Ghazali. (t.t.). Ihya’ ‘ulum al-din. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Mahalli, I. J. (t.t.). Tafsir Jalalain. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Al-Syaibani, O. M. A. T. (t.t.). Falsafah pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Andi, Q. (2020). Normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. J-HEST: Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology, 3(1).
Aprilia, E. D. A. (2015). Karakter budaya sekolah dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Jatinom (Skripsi).
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2014). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Aslammiyah, Dahlan, & Sobari, A. (2018). Implementasi budaya Islami dalam membentuk akhlak siswa SMPN 1 Babakan Madang. Jurnal Mitra Pendidikan, 2(11), 1309–1310.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (n.d.). Sekolah. Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses 27 April 2026.
Daryanto, & Darmiatun, S. (2013). Implementasi pendidikan karakter di sekolah. Yogyakarta: Gava Media.
Daryanto, & Farid, M. (2013). Konsep dasar manajemen pendidikan di sekolah. Yogyakarta: Gava Media.
Duli, N. (2019). Metodologi penelitian kuantitatif. Yogyakarta: Deepublish.
Eva Maryam. (2016). Pengembangan budaya sekolah. Tarbawi, 2(2), 86–96.
Fahmi, R. (2024). Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dalam pendidikan karakter di era modern. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4), 15446–15449.
Ghazali. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi 9). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gunawan, H. (2014). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. Bandung: Alfabeta.
Gunawan, H. (2022). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. Bandung: Alfabeta.
Hamka. (t.t.). Tafsir Al-Azhar (Jilid 2, 4, 7, dan 9). Singapura: Pustaka Nasional PTE Ltd.
Haryadi, R. N., Hiererra, S. E., Riyanto, S., Kumala, D., & Muhammad, R. N. (2022). Hybrid Learning Model for Elementary School in Pandemic. In IEOM Conference Proceedings (pp. 3793-3798).
Hendra Nusa Putra. (n.d.). Mengolah Kuesioner di SPSS. https://youtu.be/ZZCu22yxidE?si=DCUSVB4tIG5oMKoV. Diambil 20 April 2026, pukul 07.18 WIB.
Imam. (2024). Pembentukan karakter peserta didik dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits kelas V di MI Al-Qur’an Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Metro).
Inka. (2022). Pengaruh budaya sekolah terhadap karakter siswa di SMPIT Al-Fityan School Gowa (Skripsi).
Kertajaya, H. (2010). Grow with character: The model marketing. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kholifah, W. T. (2020). Upaya guru mengembangkan karakter peserta didik sekolah dasar melalui pendidikan ramah anak. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 2(1).
Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Komariah, A., & Triatna, C. (2005). Visionary leadership: Menuju sekolah efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2016). Tafsir ringkas Jilid 2. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Lestari, D., & Aini, S. Q. (2022). Peran budaya sekolah terhadap pembentukan karakter siswa kelas V SD. Mimbar PGSD Undiksha, 10(1), 105–112.
Listriasa, dkk. (2023). Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai budaya sekolah. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2).
Loloagin, G., Rantung, D. A., & Naibaho, L. (2023). Implementasi pendidikan karakter menurut perspektif Thomas Lickona ditinjau dari peran pendidik PAK. Journal on Education, 5(3).
Majid, A., & Andayani, D. (2012). Pendidikan karakter perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muliawan, J. U. (t.t.). Ilmu pendidikan Islam: Studi kasus terhadap struktur ilmu, kurikulum, metodologi dan kelembagaan pendidikan Islam. Yogyakarta: Gava Media.
Mulyadi. (2020). Statistik terapan untuk penelitian. Yogyakarta: Andi.
Narwanti, S. (2011). Pendidikan karakter. Yogyakarta: Familia.
Nur Azizah Putri, et al. (2025). Peran Lingkungan Sosial terhadap Pembentukan Karakter Siswa. Indramayu: Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu. Vol. 6, No. 1, hlm. 195-204.
Nurismi. (2022). Metode pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Al-Mujaddid Kecamatan Sukajaya Kota Sabang (Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry).
Pugu, M. R., Riyanto, S., & Haryadi, R. N. (2024). Metodologi Penelitian; Konsep, Strategi, dan Aplikasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Putra, S. P. R., Roesminingsih, E., & Hariyati, N. (2022). Pembentukan karakter peserta didik melalui manajemen budaya sekolah di tingkat sekolah dasar. Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan.
Riduan. (2004). Metode dan teknik menyusun tesis. Bandung: Alfabeta.
Roemintoyo. (2013). Manajemen kultur sekolah: Konsep, operasional, dan temuan-temuan penelitian. JIPTEK, 6(2), 125–136.
Safi’i, A. (2005). Metodologi penelitian pendidikan. Surabaya: Elkaf.
Sahid Raharjo. (2014). Cara melakukan uji reliabilitas alpha dengan SPSS. https://www.spssindonesia.com/2014/01/uji-reliabilitas-alpha-spss.html?m=1. Diakses 11 Mei 2025 pukul 20.17 WIB.
Sahir, S. H. (2021). Metodologi penelitian. Medan: Penerbit KBM Indonesia.
Samani, M., & Hariyanto. (2014). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sastrapradja, M. (1981). Kamus istilah pendidikan dan umum. Surabaya: Usaha Nasional.
Shihab, M. Q. (t.t.). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
SMKN Situraja. (n.d.). Website Resmi SMKN Situraja. https://smknsituraja.sch.id/. Diambil 6 Mei 2026 pukul 14.26 WIB.
Sugiyono. (2012). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukadari. (2020). Peranan budaya sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal Exponential, 1(1), 75–76.
Sukadari. (2024). Budaya sekolah dalam perspektif pendidikan. Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan.
Sulaksono, H. (2019). Budaya organisasi dan kinerja. Yogyakarta: Deepublish.
Suwarni. (2023). Peran budaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan, 13(2), 241–254.
Syamsijulianto, T. (2020). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal tradisi masyarakat. Didaktika Tauhidi: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(1).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wahyuni, A. (2021). Pendidikan karakter. Sidoarjo: UMSIDA Press.
Wardani, & Ningsih, T. (2025). Budaya sekolah dalam membentuk karakter siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5(2), 112–113.
Wiyani, N. A. (2013). Membumikan pendidikan karakter di SD. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Wiyani, N. A. (2018). Pendidikan karakter berbasis total quality management. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Yusrinda. (2023). Pengaruh sistem budaya sekolah terhadap prestasi belajar peserta didik di MAN 2 Soppeng (Skripsi).
Zubaedi. (2015). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nur Asyiah, Dindin Saefudin, Moch. Hilman Taabudillah, Risa ‘Ainur Rohmah, Gesy Pranalismala, Dyah Laila Safriani, Annida Annida (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




