Analisis Strategi Manajemen Konflik Pada Sistem Kerja Hybrid Dan Dampaknya Terhadap Kinerja Tim Perkantoran

Authors

  • Putri Rahma Fadhila Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62824/518hq333

Keywords:

Manajemen Konflik, Kinerja Tim, Manajemen Perkantoran

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen konflik dalam sistem kerja hybrid serta mengkaji dampaknya terhadap kinerja tim perkantoran. Dengan penerapan sistem kerja hybrid yang menggabungkan kerja di kantor dan kerja jarak jauh, ada tantangan baru dalam hal komunikasi, koordinasi, dan dinamika tim yang dapat meningkatkan konflik di lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber akademik, jurnal, serta studi kasus yang relevan dengan manajemen perkantoran dan perilaku organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan teknologi, perbedaan ekspektasi kerja, keterbatasan interaksi tatap muka, dan miskomunikasi adalah penyebab utama konflik di sistem kerja hybrid. Untuk mengurangi konflik dan meningkatkan kohesi tim, teknik manajemen konflik yang efektif termasuk komunikasi yang terbuka dan jujur, pemecahan masalah secara kolaboratif, pembagian peran yang jelas, dan kepemimpinan yang adaptif. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa organisasi yang memiliki kemampuan untuk menerapkan manajemen konflik secara terstruktur cenderung memiliki kinerja tim yang lebih baik, keterlibatan karyawan yang lebih tinggi, dan lingkungan kerja yang lebih baik. Kesimpulannya, keberhasilan sistem kerja hybrid sangat bergantung pada kemampuan organisasi untuk menangani konflik. Oleh karena itu, untuk menjaga produktivitas dan memastikan keberlanjutan kinerja tim di lingkungan perkantoran kontemporer, organisasi harus membuat dan menerapkan strategi manajemen konflik yang tepat.

References

Deutsch, M. (1973). The Resolution of Conflict: Constructive and Destructive Processes. New Haven: Yale University Press.

Follett, M. P. (1925). Constructive Conflict. In H. C. Metcalf (Ed.), Scientific Foundations of Business Administration. New York: Harper & Brothers.

Gratton, L. (2021). The future of work: How to rethink, redesign, and rebuild the workplace. MIT Sloan Management Review.

Hackman, J. R. (1987). The design of work teams. Dalam J. W. Lorsch (Ed.), Handbook of Organizational Behavior (pp. 315–342). Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Kozlowski, S. W. J., & Ilgen, D. R. (2006). Enhancing the effectiveness of work groups and teams. Psychological Science in the Public Interest, 7(3), 77–124.

Pondy, L. R. (1967). Organizational Conflict: Concepts and Models. Administrative Science Quarterly, 12(2), 296–320.

Pugu, M. R., Riyanto, S., & Haryadi, R. N. (2024). Metodologi Penelitian; Konsep, Strategi, dan Aplikasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Putra, B. P., & Haryadi, R. N. (2022). Pengaruh komunikasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Mackessen Indonesia. Jurnal Ekonomi Utama, 1(3), 154-159.

Rahim, M. A. (2002). Toward a Theory of Managing Organizational Conflict. International Journal of Conflict Management, 13(3), 206–235.

Salas, E., Sims, D. E., & Burke, C. S. (2005). Is There a “Big Five” in Teamwork? Small Group Research, 36(5), 555–599.

Wahyudi. (2017). Manajemen Konflik dan Stres dalam Organisasi: Pedoman Praktis bagi Pemimpin Visioner. Bandung: Alfabeta, x + 178 hlm. ISBN 978-602-289-305-9.

Wang, B., Liu, Y., Qian, J., & Parker, S. K. (2021). Achieving effective remote working during the COVID-19 pandemic: A work design perspective. Applied Psychology, 70(1), 16–59.

Wirawan. (2010). Konflik dan Manajemen Konflik: Teori, Aplikasi, dan Penelitian. Jakarta: Salemba Humanika. xviii, 356 hlm. ISBN 978-602-8555-15-9.

Downloads

Published

2026-06-30